Perlu pelatihan untuk anda atau perusahaan anda?

Cari Disini. Atau hubungi kami melalui SMS/CALL/WA: 0819.9793.1188

Pasar Modal dan Pasar Uang

Pasar modal tentunya berbeda dengan pasar uang. Dilihat dari instrumennya saja sudah jelas sangat berbeda. Instrumen pasar modal terdiri dari saham, obligasi, dan derivatif dari saham yang jenisnya ada cukup banyak (klaim/ right, waran, obligasi konvertibel, saham deviden, saham bonus, sertifikat CDR/ ADR, dan sertifikat Reksa Dana).

Saham

Saham adalah bukti penyertaan modal dari suatu perusahaan (Perseroan Terbatas) atau emiten. Pihak yang memiliki saham berarti memiliki hak soal kepemilikan perusahaan. Saham dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu saham atas tunjuk dan saham atas nama. Saham yang berlaku dan diperjual belikan di negara kita adalah saham atas nama, yaitu saham yang mencantumkan nama pemiliknya di saham tersebut.

Obligasi

Obligasi adalah bukti yang berupa surat pengakuan utang atas suatu pinjaman dari perusahaan yang menerbitkan surat obligasi tersebut. Obligasi memiliki jangka waktu yang sudah ditetapkan. Obligasi juga memiliki imbalan bunga pinjaman yang besarannya sudah ditentukan sesuai dengan perjanjian.

Berbeda dengan pasar modal, instrumen pasar uang terdiri dari sertifikat Bank Indonesia, surat berharga pasar uang, dan sertifikat deposito. Sertifikat Bank Indonesia adalah surat berharga yang diterbitkan oleh Bank Indonesia yang tak lain adalah Bank Central di Indonesia. Surat berharga ini diterbitkan dengan tujuan agar dibeli oleh bank-bank komersial. Nilai dari Sertifikat Bank Indonesia ini sangat besar. Tujuan utama BI mengeluarkan sertifikat ini adalah untuk mengurangi jumlah uang yang beredar.

Sementara itu, surat berharga pasar uang adalah jenis surat berharga yang diterbitkan oleh bank-bank komersial dan hanya boleh dibeli oleh Bank Indonesia.Nilai nominal surat berharga ini cukuo besar, namun tak sebesar nilai nominal sertifikat Bank Indonesia. Nah, sedang Sertifikat Deposito, sertifikat ini merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh  bank dengan besaran nominal tertentu.

Perbedaan antara pasar modal dan pasar uang juga dapat dilihat dari segi para pelakunya. Para pelaku pasar modal, antara lain BAPEPAM, Bursa Efek, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, perusahaan-perusahaan efek, dan Reksa Dana. Sementara itu, para pelaku pasar uang, yaitu bank-bank komersil, yayasan, Dana Pensiun, Perusahaan Asuransi, perusahaan besar, Lembaga Pemerintah, lembaga-lembaga keuangan selain bank, dan masyrakat atau publik.

One Comment

  1. Pingback: Para Pelaku Pasar Modal | Informasi Seminar dan Training (Pelatihan) di Indonesia

Comments are closed.