Perlu pelatihan untuk anda atau perusahaan anda?

Cari Disini. Atau hubungi kami melalui SMS/CALL/WA: 0819.9793.1188

Training Budidaya Sapi Perah bagi Penyuluh Peternakan

Pembangunan sub-sektor peternakan merupakan bagian dari pembangunan sektor pertanian, dimana sektor pertanian memiliki nilai strategis dalam memenuhi kebutuhan pakan yang terus meningkat atas bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, peningkatan rata-rata pendapatan penduduk Indonesia dan taraf hidup pertani dan nelayan. Keberhasilan pembangunan tersebut ternyata berdampak pada perubahan konsumsi masyarakat yang semula lebih banyak mengkonsumsi karbohidrat ke arah konsumsi seperti daging, telur, susu (Putu, et al, 1997). Lebih lanjut dijelaskan bahwa permintaan akan telur dan daging ayam dalam negeri saat ini telah dapat dipenuhi oleh produksi lokal, akan tetapi susu dan daging sapi masih memerlukan pasokan dari luar negeri. Berbagai usaha pembangunan peternakan telah diupayakan oleh pemerintah sampai ke pelosok daerah namun masih terdapat kekurangan produksi yang akan mensuplay kebutuhan penduduk Indonesia akan protein hewani.

Untuk meningkatkan produksi dan produktifitas sapi perah diperlukan budidaya sapi perah yang baik (Good Farming Practice) sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian No: 422/Kpts/OT.210/7/2001. Ada beberapa aspek dalam Good Farming Practice yang meliputi: 1) sarana, 2) proses produksi, 3) pelestarian lingkungan, 4) pengawasan.

MATERI:

  1. Pengertian Sapi Perah
  2. Kandungan Air Susu
  3. Lokasi Dan Konstruksi Kandang
  4. Pakan Complete Feed
  5. Ruang Lingkup Good Farming Practice
    • Sarana
      • Lokasi
      • Lahan
      • Penyediaan Air dan Alat Penerang
      • Bangunan
      • Tata Letak Bangunan
      • Alat dan Mesin Peternakan
      • Bibit
      • Pakan
      • Obat Hewan
      • Tenaga Kerja
    • Proses Produksi
      • Pemilihan Bibit
      • Kandang
      • Pakan
      • Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet)
        • Kesehatan Hewan.
        • Situasi penyakit.
        • Vaksinasi/Pencegahan.
        • Dalam rangka pencegahan dilakukan vaksinasi.
          • Usaha budidaya sapi perah harus melakukan vaksinasi, dan pengujian/tes laboratorium terhadap penyakit tertentu yang terdapat di peternakannya.
        • Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet).
        • Pemerahan susu
      • Reproduksi
    • Pelestarian Lingkungan
      • Rencana Penanggulangan Pencemaran Lingkungan.
      • Upaya Pencegahan Pencemaran Lingkungan.
    • Pengawasan
      • Sistem Pengawasan
      • Sertifikasi
      • Monitoring dan Evaluasi
      • Pencatatan
      • Pelaporan

INSTRUKTUR:
Drs.Bambang Darmadi, MM and Tim

PESERTA:
Peserta adalah para karyawan dan pensiunan baik swasta/PNS, para pengusaha bidang pertanian atau peternakan, para petugas pertanian/peternakan utusan dari Dinas Provinsi atau Kabupaten/Kota, akademisi dan masyarakat umum

METODE:
Kegiatan pelatihan dirancang agar peserta dapat memahami secara komprehensif materi yang disampaikan, sehingga dapat dimplementasikan secara aplikatif dalam dunia kerja. Adapun metode yang digunakan adalah:
1. Presentation
2. Discuss
3. Case Study
4. Evaluation

WAKTU DAN TEMPAT:
Hotel Horison Ultima Riss Yogyakarta
Pukul 08.30 – 16.00 WIB

Request for Training Venue: Semarang, Solo, Bandung, Jakarta, Balikpapan, Surabaya, Jogja, Lombok, Malang, Makassar and Batam

In House Training Depend on request

INVESTASI:
Course Fee : Rp. 6.500.000,-/participant (non residential)
Special Price : Rp. 5.500.000,-/participant (non residensial) Min. 3 Peserta dari perusahaan yang sama

FASILITAS:
1. Training Hand Out
2. Digital Material
3. Certificate
4. Exclusive Souvenir
5. Qualified Bag
6. Training Photo
7. Training room with full AC facilities and multimedia
8. Once lunch and twice coffee break every day of training
9. Qualified Instructor
10. Transportation from airport / railway to (2 person from one company)