Perlu pelatihan untuk anda atau perusahaan anda?

Cari Disini. Atau hubungi kami melalui SMS/CALL/WA: 0819.9793.1188

Training How to Write Effective Banking Policies and Procedures

Kurangnya pelatihan tentang teknik dan metode penulisan SOP menjadi penyebab para Penyusun/ Penulis SOP tidak memahami dengan benar bagaimana membuat SOP yang efektif. ”Hasil mini survey Facilitator selama 3 tahun dari 2008-2011, 90% SOP ditempat kerja ditulis oleh personil yang kurang terlatih, sebagian besar SOP disusun tidak menggunakan format semestinya, tidak sesuai dengan profil penggunanya, pada akhirnya SOP di tempat kerja hanya berfungsi sebagai arsip.”

SOP yang dapat diartikan sebagai Who Does What and How merupakan salah satu metode kerja yang dibuat sebagai panduan untuk memastikan bahwa proses bisnis berjalan sesuai rencana, standar dan aturan untuk kepuasan pelanggan—baik internal maupun eksternal.

SOP yang mudah dipahami terbukti meningkatkan produktifitas kerja dan dapat meningkatkan hubungan kerja yang harmonis antar bagian/ proses. Namun, apabila SOP tidak mudah dipahami dan menimbulkan multi tafsir dapat membuat kesalahan kerja dan pada akhirnya merugikan pelanggan.

MATERI
1. Perbedaan Prosedur dengan SOP, Istruksi Kerja, Pedoman Kerja, Protap, Juklak, Juknis, User/operating manual dll
2. Cara membedakan dan membuat Pedoman dan Panduan
3. Mengapa Prosedur Penulisan harus dibuat terlebih dahulu, dan bagaimana membuatnya
4. Cara membuat Prosedur berbasis Proses
5. Mengapa SOP Teknis sudah tidak disyaratkan lagi oleh ISO 9000, dan apakah 6 Prosedur manajemen yang diwajibkan
6. Cara mengantisipasi Prosedur yang dinamis oleh karena Peraturan Bank Indonesia yang sering bertambah dan berubah
7. Cara membuat hirarki dokumen dari PBI hingga Prosedur dan Instruksi kerja
8. 3 anatomi SOP yang mendasar (Format, Elemen dan Atribut)
9. Mengapa SOP tidak boleh dibuat atas dasar ”Write what you do”
10. Cara merubah fungsi SOP sebagai alat pandu menjadi alat pandu dan alat ukur, alat kendali, alat audit, alat reward and punish
11. Cara membuat SOP dengan dua macam profil pengguna (Pemula dan Ahli)?
12. Kapan harus menambahkan masa berlaku SOP
13. Mengapa Flowchart tidak dimulai dengan ”Start” atau ”Mulai”
14. Cara mengintegrasikan SOP dengan Risk Management, Key Performance Indicator dan Service Level Agreement
15. Mengapa kebanyakan Penulis hanya menggunakan format Narration dan Flowchart, dan tidak tahu bahwa Anotated Pictorial atau Video sering kali lebih efektif?
16. Cara mengendalikan SOP dengan Document control dan Master lists
17. Mengapa SOP yang dibuat berbasis Struktur dan Uraian Kerja tidak sehandal apabila dibuat berbasis Process Business Map?
18. Mengapa SOP harus berbatas waktu (SOP Lifecycle)?
19. Bilamana SOP diberi tanda (distempel) ”Controlled”, ”Uncontrolled”, ”Archieved” atau ”Obsolete”?

METODE
Kegiatan pelatihan dirancang agar peserta dapat memahami secara komprehensif materi yang disampaikan, sehingga dapat dimplementasikan secara aplikatif dalam dunia kerja. Adapun metode yang digunakan adalah:
1. Presentation
2. Discuss
3. Case Study
4. Evaluation

PESERTA
Staff kepatuhan, legal dan semua staff yang ingin meningkatkan pengetahuannya di bidang penegakan kepatuhan dalam perbankan.

Request for Training Venue: Semarang, Solo, Bandung, Jakarta, Balikpapan, Surabaya, Jogja, Lombok, Malang, Makassar and Batam
In House Training Depend on request

INVESTASI
On Call

WAKTU
On Call

FASILITAS
1. Training Hand Out
2. Digital Material
3. Certificate
4. Exclusive Souvenir
5. Qualified Bag
6. Training Photo
7. Training room with full AC facilities and multimedia
8. Once lunch and twice coffee break every day of training
9. Qualified Instructor