Perlu pelatihan untuk anda atau perusahaan anda?

Cari Disini. Atau hubungi kami melalui SMS/CALL/WA: 0819.9793.1188

Training Reliability Centered Maintenance

Date:

  • 12 January 2016
  • 4 February 2016
  • 4 March 2016
  • 5 April 2016
  • 4 May 2016
  • 3 June 2016
  • 4 August 2016
  • 5 September 2016
  • 5 October 2016
  • 4 November 2016
  • 5 December 2016

Venue:
Hotel Harris Tebet Jakarta

Workshop Leader:
Indro Agung Handoko

Telah berkecimpung di dalam dunia industri lebih dari 20 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep Total Preventive Maintenance (TPM) dan Kaizen dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Master di bidang TPM dan Kaizen diperoleh dengan mendapatkan akreditasi International dengan mendapatkan Sertifikat TPM dan Kaizen sampai dengan level Intermediate dari Omron – Jepang.

Project-project yang telah berhasil dijalankan antara lain:

  • 8 group Kaizen dalam rentang tahun 2001 – 2006. Kaizen mampu meningkatkan produktifitas rata-rata 30%.
  • 25 group TPM dalam rentang tahun 2003 – 2006. TPM berhasil menurunkan Break Down Machine rata-rata 25%, bahkan ada yang mencapai 60%.
  • Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA.
  • Best Practice Competition yang diselenggarakan Omron Head Quarter di Kyoto-Japan.

Tahukah anda? sebuah bolpoint tersusun kurang dari 10 buah komponen, tetapi sebuah pesawat terbang jenis Boeing 747-400 tersusun lebih dari 6 juta komponen. Akankah semua komponen tersebut di lakukan pengecekan sebelum memastikan laik tidaknya pesawat tersebut terbang? berapa lama pemborosan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengecekan tersebut? Atau terbayangkah anda jika sebuah boiler berkapasitas 100 ton meledak? atau sebuah tangki penyimpanan bahan bakar meledak? atau alat alat vital berbahaya lainnya mengalami kerusakan? Berapa besar biaya yang harus dikeluarkan jika hal diatas terjadi? Lalu bagaimanakah cara kita menjamin kehandalan kerja dari alat-alat tersebut? Reliability Centered Maintenance (RCM) merupakan salah satu metode maintenance yang sanggup untuk menjawab permasalahan diatas. RCM berfokus pada Preventive Maintenance (PM) yang menjamin Reliability Fungsi dan Safety dari alat-alat yang digunakan.

Dengan adanya fokus pada reliability dan safety maka point of PM dapat ditekan dan pada akhirnya akan menekan biaya operasional maintenance tetapi tetap menjamin reliability dan safety dari alat-alat yang digunakan. 2 Tools penting yang digunakan dalam implementasi RCM adalah FMEA (Failure Mode and Effect Analysis), yaitu suatu metode yang digunakan untuk menganalisa kemungkinan terjadinya kegagalan suatu proses serta pencegahannya, serta FTA (Fault Tree Analysis),  yaitu suatu metode yang digunakan untuk mencari akar permasalahan suatu kegagalan. RCM sangat cocok sekali diimplementasikan pada industri industri yang menitik beratkan pada Safety dan Reliability sebagai tolok ukur keberhasilan perusahaan seperti industri penerbangan, oil & gas, pertambangan, perkapalan, dll. Training Outline

  1. What is Reability Centered Maintenance (RCM)
  2. Latar belakang munculnya RCM
  3. Konsep, Metode dan Tujuan RCM
  4. Prinsip-Prinsip RCM
  5. Komponen dari RCM
  6. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
  7. Fault Tree Analysis (FTA)
  8. Metode RCM
  9. Metodologi RCM
  10. Benefit dari RCM

Metode Pelatihan

  • Dialog Interaktif / Sharing
  • Diskusi Grup / Latihan di kelas & Case Study

Sasaran Peserta Pelatihan Teknisi, Engineer, Foreman, Supervisor, Manager Maintenance & Engineering serta orang yang concern dengan kegiatan maintenance

Investment Fee
IDR 2,950,000/Trainee
Disc 10% mendaftar 2 peserta

Including:
Module, Flash Disc, Certificates, Souvenir, Door Prize, Lunch & Coffee Break