Perlu pelatihan untuk anda atau perusahaan anda?

Cari Disini. Atau hubungi kami melalui SMS/CALL/WA: 0819.9793.1188

Training Teknik Penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS)

LOKASI DAN WAKTU:

September 20-22; 27-29. (SEMUA PASTI RUNNING)
Oktober 4-6; 11-13; 18-20; 25-27. (SEMUA PASTI RUNNING)
November 1-3; 8-10; 15-17; 22-24; 29-1 (SEMUA PASTI RUNNING)
Desember 6-8; 13-15; 20-22; 27-29. (SEMUA PASTI RUNNING)
Time : 08.00 – 16.00 WIB
Venue : Hotel Ibis – Jl. Malioboro No. 52 Yogyakarta

INVESTASI:
Investasi training sebesar  IDR 6.500.000 per peserta. (Exclude tax)

(Including: Modul, Souvenir, Flash disk, 2x coffee break, 1x lunch break dan sertifikat)

DESKRIPSI PELATIHAN:
Setiap kegiatan memerlukan barang atau jasa untuk diproses atau membantu proses. Proses pengadaan barang/jasa merupakan fungsi penting dalam kelancaran usaha/produksi/kegiatan karena: (1) merupakan salah satu kunci kelancaran produksi/kegiatan, (2) membutuhkan biaya besar (bisa mencapai 50% biaya keseluruhan), (3) dapat dimanfaatkan sebagai alat menilai efisiensi dan kewajaran biaya suatu kegiatan. Mengacu pada tiga hal di atas maka proses pengadaan bukan hanya kegiatan rutin namun bisa digunakan sebagai sarana perbaikan berkesinambungan (continuous improvement).

Khususnya pengadaan jasa konsultan memiliki arti penting yang memerlukan proses yang handal dan transparan. Karena itu dikembangkan prosedur pengadaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi. Dengan prosedur yang handal diharapkan diperoleh jasa konsultansi yang tepat (dari segi: harga, mutu, jumlah, waktu, kegunaan), menurunkan biaya pengadaan dan biaya operasional, serta meningkatkan transparansi proses pengadaan. Contoh prosedur pengadaan adalah Keppres 80/2003 yang diperbaharui dengan Perpres 54/2010 beserta perubahannya untuk pengadaan barang/jasa dengan dana APBN/APBD, serta PTK 007 untuk kalangan BP Migas.

Dalam setiap prosedur pengadaan ada tahapan kritis yang disebut penentuan Owner Estimate (OE) atau harga perkiraan sendiri (HPS). OE memiliki nilai penting karena menjadi acuan proses selanjutnya (misal: besarnya jaminan-jaminan) dan tolok ukur adanya indikasi mark up. Mark up merupakan tanda (1) proses belum efisien atau (2) tindak korupsi. Keduanya merugikan pelaku pengadaan bahkan membawa implikasi hukum. Banyaknya pelaku proses pengadaan yang terjerat kasus hukum membuat proses/bagian pengadaan menjadi momok dan cenderung dihindari. Sesunguhnya hal tersebut di atas tidak perlu terjadi jika pelaksana pengadaan telah memahami dan mengetahui azas, nilai, dan peraturan yang terkandung dalam prosedur pengadaan, khususnya dalam penentuan OE/HPS. Dengan kata lain, OE harus dilakukan dalam konteks ketaatan prosedur, efisiensi proses, dan perbaikan berkesinambungan.

Pelatihan ini membahas tentang pengadaan jasa konsultansi beserta proses dan prosedurnya serta perkiraan dan penentuan Owner Estimate (OE) sehingga proses pengadaan menjadi optimal.

TUJUAN PELATIHAN:

  • Memahami konsep dan teknis pengadaan jasa konsultansi
  • Memahami konsep keterkaitan proses pengadaan jasa konsultansi untuk optimalisasi sumber daya dan titik pangkal continuous improvement
  • Memahami dan menyusun dokumen-dokumen untuk pengadaan jasa konsultansi
  • Memahami berbagai konsep dan teknis penentuan HPS
  • Mampu memperkirakan dan menentukan HPS pada berbagai kasus/kondisi

MATERI PELATIHAN:

  1. Ruang lingkup dan Pengertian Pengadaan Jasa Konsultansi
  2. Pemahaman Dasar Peraturan Pengadaan Jasa Konsultansi
  3. Perencanaan Pengadaan Jasa Konsultansi
  4. Pengadaan Jasa Konsultansi Badan Usaha [Satu Sampul Prakualifikasi]
  5. Pengadaan Jasa Konsultansi Badan Usaha [Dua Sampul Prakualifikasi]
  6. Pengadaan Jasa Konsultansi Perorangan [Pascakualifikasi]
  7. Penyusunan Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi baik Prakualifikasi maupun Pascakualifikasi
  8. Penyusunan Dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term of Reference (TOR)
  9. Menghitung OE/HPS
    • Peran HPS dalam Proses Pengadaan Barang dan Jasa
    • Berbagai teknik penyusunan HPS
    • Studi Kasus dengan menggunakan Software.
  10. Studi kasus

TIPE PELATIHAN:

  1. Presentasi
  2. Diskusi dan Sharing Pengalaman

INSTRUCTOR:
Ir. B. Laksito Purnomo, M.Sc. (UK)

Adalah dosen Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Beberapa Skills dan expertise beliau diantaranya berkaitan dengan Operation Management, Project Management, Supply Chain Management, Logistic, Project Estimation. Pengalaman dan expertise yang ia miliki dibuktikan dengan pengalamannya sebagai trainer untuk berbagai perusahaan seperti Petrokimia, Chevron, Semen Gresik, Pupuk Kaltim, Pupuk Sriwijaya, Semen Baturaja, Pertamina Oil and Gas, dan Bank Rakyat Indonesia.

TARGET PESERTA:
Manajer/Supervisor atau Administration & Tender Contract Staff atau seluruh pihak yang berkepentingan dengan pengadaan jasa konsultansi.

FASILITAS PELATIHAN:

  • Modul Pelatihan
  • Flashdisk
  • Coffee break dan Lunch break
  • Sertifikasi pelatihan
  • Photo pelatihan
WP-06 | 2016/11/29 | 3 hari | Yogyakarta | Ir. B. Laksito Purnomo, M.Sc. (UK) | Rp. 6.500.000